| Nikkei Kembali Terkoreksi; Yen Paksa Eksportir Turun |
|
Tokyo (Bloomberg, 8 September 2010) – Bursa saham Jepang jatuh untuk kedua kalinya, yang di pimpin oleh sektor otomotif dan manufaktur elektronik atas meningkatnya kecemasan terhadap apresiasi yen terhadap wuro maupun dollar yang melukai perusahaan-perusahaan yang berorientasi ekspor.
Toyota Motor turun 1.2%, Honda Motor jatuh 2.5% dan Canon Inc. terkoreksi 2.1% setelah Nomura Holdings memangkas outlook pendapatannya untuk tahun 2011 untuk perusahaan-perusahaan Jepang karena kuatnya yen yang akan berpotensi untuk menurunkan tingkat profitabilitas para eksportir. 'Market menghindari resiko karena berita buruk datang tak henti-henti,' kata Ayako Sera dari Sumitomo Trust & Banking. 'Ini mengarahkan yen untuk terus di buru. Tak disangkal lagi, tingkat pendapatan eksporti Jepang akan terlukai karena apresiasi yen tersebut.' Tambahnya. Dollar sentuh terendah baru di Y83.34 dan euro turun ke Y105.80, merupakan level terendah sejak 24 Agustus, bahkan Menteri Keuangan Yoshihiko Noda menegaskan bahwa pemerintah akan campur tangan untuk membendung kenaikan yen jika diperlukan. Setiap kepastian dari komentar Noda itu tampaknya sebanding dengan komentar sebelumnya dari Gubernur BOJ Masaaki Shirakawa hari Selasa bahwa bank sentral tidak bisa mengendalikan nilai tukar. 'Sudah terlambat untuk menggunakan kata intervensi setelah yen telah mulai bergerak cukup kuat sehingga yang diperlukan saat ini adalah aksi yang nyata', ujar seorang analis pasar lokal. Nikkei mengalami penurunan sebesar 201.40 poin atau 2.2% pada level 9024.60. |