Moody's Pangkas Peringkat Utang Spanyol
MADRID [Bloomberg 1/1/10] : Lembaga pemeringkat Moody’s Investors Service memangkas peringkat utang pemerintah Spanyol sebanyak satu level karena outlook ekonomi yang lemah dan keraguan terhadap kemampuan mengurangi defisit anggaran.

'Kami menurunkan peringkat utang pemerintah Spanyol dari Aaa menjadi Aa1 dengan outlook stabil,' kata Moody’s dalam pernyataan tertulis, kemarin. Sejumlah lembaga pemeringkat lain seperti Fitch Ratings sudah menurunkan peringkat utang negara ini pada Mei, begitu juga Standard & Poor’s pada Januari 2009.

Moody’s pada Juni menurunkan peringkat utang pemerintah Yunani sebanyak 4 level dan Portugal 2 level pada Juli. Menurut Gianluca Salford, ahli strategi fixed-income JP Morgan Chase Bank di London, penurunan peringkat utang Spanyol sebanyak 1 level adalah opsi paling realistis.

Ketika dihubungi lewat telepon, Deputi Menteri Keuangan Spanyol Jose Manuel Campa menilai langkah Moody’s didasarkan pada estimasi pertumbuhan yang sangat pesimistis. Pertumbuhan ekonomi Spanyol yang diprediksi Moody;s dalam 5 tahun mendatang rata-rata berkisar 1% per tahun.

Adapun pemerintah Spanyol mengestimasikan ekonomi negaranya dapat tumbuh sebesar 1,3% pada 2011, 2,5% pada 2012 dan 2,7% pada 2013. “Potensi pertumbuhan jangka panjang hanya sedikit di bawah 2%,” sebut Campa.

Di tempat terpisah, dalam pernyataan resmi, Bank sentral Eropa (ECB) mengungkapkan akan mengucurkan pinjaman sebesar US$40 miliar (29,4 miliar euro) dengan tenor 6 hari untuk membantu bank membayar kembali utang jangka panjangnya yang jatuh tempo senilai 225 miliar euro.

Perbankan di Uni Eropa saat ini perlu membayar kembali utang jatuh tempo kepada ECB bertenor 12 bulan sebesar 75 miliar euro, 18 miliar euro bertenor 6 bulan dan 132 miliar untuk utang yang tenornya 3 bulan.

Kredit 12 bulan dan 6 bulan tidak akan diperpanjang karena ECB telah menghapus aturan nonstandar yang dipakai untuk melawan krisis keuangan. Untuk kredit 3 bulan yang ditawarkan ECB dua hari lalu, bank meminta 104 miliar euro, lebih rendah dari proyeksi analis. Kredit dipatok dengan suku bunga 1%.

Pekan ini ECB menyatakan kekhawatirannya bahwa sejumlah bank di Uni Eropa sangat bergantung pada dana bank sentral. Anggota Governing Council ECB Ewald Nowotny pada 6 September menyebut ketergantungan pada likuiditas ECB adalah masalah yang harus diatasi.

Bank sentral pimpinan Jean Claude-Trichet itu mulai menghapus fasilitas kredit jangka panjang pada tahun lalu. Pada Mei tahun ini, ECB memperkenalkan kembali porsi tender 3 bulan dan memberikan tambahan kredit 6 bulan. Sebelumnya pada bulan ini, mereka juga memperpanjang fasilitas kredit tak terbatas hingga awal tahun depan.