Hang Seng Kembali Tertekan; China Mobile Anjlok Setelah Pelepasan Saham Dari Vodafone
Hong Kong (DJ Newswires, 8 September 2010) – Index saham Hong Kong berakhir rendah atas aksi profit taking pasca gain beruntun selama lima sesi perdagangan terakhir dan juga karena kejatuhan tajam saham China Mobile mengikuti pelepasan kepemilikan saham dari Vodafone pada saham kelas berat tersebut.

Bluechip index Hang Seng jatuh 312.93 poin atau 1.5% di 21088.86 dengan total volume transaksi pasar yang mencapai HK$118.81 milyar, meningkat dua kali lipat dibandingkan selasa di HK$58.21 karena aktivitas penjualan saham China Mobile oleh Vodafone. Index Hang Seng juga terjebak oleh aksi profit taking setelah market mencetak gain 4.2%  di lima sesi perdagangan terakhir.

Alvin Cheung dari Prudential mengatakan, 'Sentimen perdagangan secara keseluruhan masih tetap positif, kita melihat kejatuhan yang moderat dibandingkan oleh gain yang telah tercipta sejak lima sesi terakhir.' Dan index masih berpotensi untuk coba uji 21800-22000 hingga akhir September, tambahnya.

Saham China Mobile anjlok 3.8% di HK$78.90 pasca penjualan kepemilikan saham dari Vodafone pada harga HK$79.20 perlembar, yang merupakan harga terbawah dari indikatif range antara HK$79.20-HK$80.00, menurut sumber terkait.

Sementara itu, saham HSBC juga menyeret index untuk turun setelah sahamnya jatuh 1.3% di HK$78.20 karena munculnya kembali kekhawatiran terhadap krisis utang di Eropa setelah rumor bermunculan atas kondisi kesehatan perbankan Eropa pasca test stress atas bank perkreditan. Dilain pihak, ketua HSBC, Stephen Green akan mengundurkan diri dari jabatannya untuk menjadi Menteri Perdagangan Inggris.