Emerging market raup dana IPO lebih banyak

NEW YORK: Kelompok negara emerging meraup dana lebih banyak daripada negara maju dalam penawaran saham perdana (IPO) dan penjualan saham umumnya pada kuartal III ini, pertama kalinya dalam hampir 1 dekade.

Data Bloomberg menunjukkan, dalam Indeks MSCI Emerging Markets yang mencakup 21 negara emerging, sejumlah perusahaan seperti Petroleo Brasileiro SA (Petrobras) hingga Agricultural Bank of China Ltd berhasil menarik dana sebesar US$138 miliar melalui IPO dan penjualan saham pada kuartal ini, mengalahkan negara maju yang hanya mengantongi US$62 miliar.

Mark Mobius, Chairperson Eksekutif pada Templeton Asset Management Ltd, mengatakan rekor yang dipecahkan pekan lalu oleh Petrobras, perusahaan minyak milik pemerintah Brasil, menandakan penjualan saham di pasar negara berkembang berpotensi memunculkan bubble.

Kemampuan Petrobras meraih US$70 miliar dalam penjualan saham terbesarnya diyakini memberikan sinyal bahwa pasar saham negara berkembang dapat kembali mendekati tingkat valuasi yang berlebihan.

"Situasi itu merupakan sinyal [bubble pasar saham]. Kita harus sangat berhati-hati," tegasnya dalam interview dengan stasiun TV Bloomberg di Istanbul, Turki hari ini.

Pada 23 September lalu Petrobras menjual 2,4 miliar saham common dengan harga 29,65 reais per saham dan 1,87 miliar saham preferred seharga 26,30 reais per saham. Sebagai bagian dari penjualan sahamnya, perusahaan yang berbasis di Rio de Janeiro itu menerbitkan saham sekitar US$42,5 miliar kepada pemerintah Brasil untuk bisa mendapatkan hak mengembangkan cadangan minyak berkapasitas 5 miliar barel.

Mobius menambahkan sehari setelah penjualan saham itu, hasil yang dicapai ternyata memunculkan kondisi tidak menyenangkan yang tidak menguntungkan pemegang saham minoritas. Dia menduga situasi ini sebagai tahapan menuju bubble IPO.

"Pasar negara emerging akan menjadi tempat terbaik di dunia. Meskipun mereka mulai mencapai kondisi di mana valuasi tidak menarik lagi, pertumbuhan akan berasal dari sana. Itulah yang membuat sehat pasar IPO," kata Paul Attwood, manajer investasi pada Huntington di Cincinnati.

Bloomberg mencatat penjualan saham di negara berkembang pada kuartal ini melampaui rekor sebelumnya sebesar US$72 miliar pada kuartal akhir 2007. PetroChina Co, perusahaan minyak terbesar di China, merampungkan penjualan saham terbesarnya ketika indeks MSCI melonjak, sehingga mereka berhasil meraup dana US$8,9 miliar di Shanghai pada 29 Oktober 2007.

Indeks MSCI Emerging Markets diperdagangkan 18 kali lebih tinggi dari laba perusahaan-perusahaan yang mereka cakup ketika PetroChina menjual sahamnya. Hari berikutnya, indeks mulai merosot terbesar dalam 12 bulan sebanyak 66% ketika pasar kredit mulai memicu krisis keuangan terburuk sejak Depresi Besar. (Bisnis)