| Bursa Tokyo berencana pangkas istirahat siang, menyusul rival Hong Kong |
|
Jakarta, 25 November 2010 - Bursa saham Tokyo berencana untuk memperpendek lunch-break-nya menjadi 1 jam, mengikuti rivalnya di Hong Kong yang memperpanjang sesi perdagangannya oleh karena kompetisi revenue bursa Asia yang intensif. Mulai tahun depan, istirahat siang berlangsung dari jam 11:30 am hingga 12:30 pm waktu lokal untuk perdagangan spot, turun dari 90 menit saat ini, Atsushi Saito, presiden bursa, mengatakan di Tokyo kemarin. Langkah tersebut akan memperpanjang hari perdagangan menjadi 5 jam, masih kurang dari Sydney, Singapore dan Seoul. Hong Kong mengatakan minggu ini akan memperpanjang jam perdagangannya mengikuti China, yang dengan cepat menyusul Jepang tahun ini sebagai bursa saham terbesar kedua dunia, di belakang AS. Angka rata-rata saham-saham yang diperdagangkan harian di Hong Kong meningkat 477 persen dari 2005 hingga Oktober tahun ini, menurut data bursa. Di Tokyo volume turun 6,6 persen pada periode yang sama, menurut data yang dikompilasi Bloomberg. “Dengan pertimbangan jam transaksi di Asia, dan kepraktisan hal ini, kita memutuskan untuk memperpendek istirahat siang guna meningkatkan opportunity perdagangan,” ungkap Saito. “Setelah dihitung, langkah tersebut akan meningkatkan perdagangan sekitar 6 persen.” Bursa Tokyo saat ini beroperasi dari jam 09:00 am ke 11:00 am (07:00 – 09:00 WIB) dan 12:30 pm ke 03:00 pm (10:30 – 13:00 WIB). Saito memperkirakan perpanjangan jam akan berlaku pada semester pertama tahun depan. (Bloomberg/rf) |