| Bursa Jepang Naik Setelah ANA Menaikan Perkiraan, Perusahaan Pengiriman Alami Lonjakan |
|
Tokyo, Bloomberg 01/02/12 – Saham-saham Jepang naik, dengan index Topix mengakhiri kerugian selama empat sesi terakhir setelah All Nippon Airways Co menaikkan prediksi laba operasional dan Mitsui OSK Lines Ltd memimpin perolehan gain pada perusahaan pengiriman.
All Nippon Airways, maskapai terbesar di Asia berdasarkan penjualan, melonjak 6,8 persen. Mitsui O.S.K. memimpin rebound diantara perusahaan lini kargo setelah Jefferies Group Inc meningkatkan target harga sahamnya. Unicharm Corp naik 2,1 persen setelah sebuah adanya laporan bahwa pembuat popok bayi tersebut akan menggandakan kapasitas produksinya di India. 'Gambaran laba tidak terlihat buruk,' kata Hisakazu Amano, dari T & D Asset Management Co di Tokyo. 'Investor memilih perusahaan yang memiliki kekuatan khusus dan itu memberi dukungan ke pasar.' Index Topix, pengukur ekuitas secara luas di Jepang, naik 0,4 persen ke 757,96 pada penutupan pukul 3 sore di Tokyo, dengan sekitar lima saham naik untuk setiap tiga yang jatuh. Nikkei 225 Stock Average naik sebesar 0,1 persen ke level 8,809.79. All Nippon Airways melonjak 6,8 persen ke ¥ 237, peningkatan terbesar pada Nikkei 225, setelah meningkatkan perkiraan laba operasi setahun penuh sebesar 29 persen menjadi 90 miliar yen ($ 1,2 milyar) karena percepatan pemotongan biaya. Mitsui O.S.K. naik 5,9 persen ke ¥ 305 setelah target harganya dinaikan ke ¥ 400 dari ¥ 380 oleh Jefferies. Nippon Yusen K.K. naik 5,7 persen menjadi ¥ 204 dan Kawasaki Kisen Kaisha Ltd naik 5,6 persen menjadi ¥ 152 setelah Jefferies menaikkan peringkat saham tersebut dari “tahan” menjadi 'beli.” Sektor pengiriman rebound setelah membukukan kinerja terburuk kedua diantara kelompok-kelompok industri Topix tahun lalu. Unicharm meningkat 2,1 persen ke ¥ 4.090 setelah surat kabar Nikkei melaporkan pembuat popok itu akan membangun pabrik kedua di India tahun ini. Dari 599 perusahaan di Topix yang telah membukukan hasil pendapatan untuk kuartal terakhir tahun lalu, 66 telah melampaui perkiraan analis, sementara 112 sedikit jatuh dibawah perkiraan, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. |